Komik-Komik Masa Kecil

Komik adalah bacaan bergambar yang disukai banyak orang, terutama anak-anak. Berbicara tentang komik, membuat saya teringat pada kenangan masa kecil dahulu.

Ngomong-ngomong saya tidak pernah membeli komik saat kecil. Tidak pernah beli dan tidak pernah juga dibelikan juga tepatnya. Orang tua cenderung menganggap baca komik, novel dan karya fiksi itu adalah bacaan yang kurang bagus.

Kalau bukan karena persaudaraan dan rasa penasaran, seperti saya punya koleksi komik di masa kecil saya. Pertemanan sesama perempuan masa kecil saya masih sibuk membicarakan Ana-Pedro atau main bongkar pasang dengan tokoh-tokoh dari filmnya Amigos dan telenovela lainnya.

Bersyukurnya saya punya saudara laki-laki. Memiliki kakak laki-laki meski hasilnya diluar ekspektasi, yang biasanya ngemong, memberi contoh, gentle, melindungi, namun ternyata banyak juga memberi ide-ide out of the box yang membuat masa kecil saya lumayan menarik.

Komik Masa Kecil Saya Tidak Girly sama sekali

Sungguh, meski orang-orang dahulu sudah memberikan gender bahkan pada mainan dan bacaan anak-anak, bersyukurnya saya tidak mendapati hal itu.

Sumber saya untuk mendapatkan komik adalah dua orang, yaitu kakak sepupu yang sering beli komik dari penjual mainan keliling, dan kakak laki-laki kandung saya dari relasi pertemanannya.

Memiliki kakak laki-laki menjadi hal patut saya syukuri. Ada banyak hal unik dan menarik yang saya temukan darinya. Meski orang tua saya cukup strick soal jam main, bacaan, serta pertemanan. Tapi kakak saya berhasil menepis semua dan memiliki apa-apa yang disukainya.

Harta karun kakak saya ini banyak. Kelerengnya jumlahnya sampai ribuan. Komiknya pun entah dari mana asalnya bisa punya banyak memenuhi kamarnya.Padahal untuk bacaan pun kami cukup batasi. Entah karena perizinan orang tua yang alot dan strict serta akses yang memang tidak mudah karena tinggal di desa.

Komik 90an versi saya

  1. Si Petruk

Komik ini biasanya dijual oleh mamang penjual mainan yang sering lewat di kampung kami. Selain menjual mainan biasanya juga jual agar-agar dan beberapa komik. Nah, kakak sepupu ini suka banget beli komiknya. Kalau saya sih numpang baca aja biasanya.

Pengarang dari komik si Petruk sendiri adalah Tatang S. Yang berperan tentu bukan hanya Petruk, tapi juga ada teman-teman Punakawan lainnya, yaitu Gareng, Bagong, Semar dan Cepot.

Sebenarnya ceritanya ini suka agak horror sedikit dewasa. kocak dan kurang ada sisi edukatifnya, sih. Tahu nggak apa cerita yang masih saya ingat sampai sekarang?

Nasihan Petruk pada seorang perempuan agar jangan mengganti pembalut saat Maghrib. Waktu itu si perempuan yang sedang menstruasi ke kamar mandi saat maghrib untuk mengganti pembalut. Katanya dia mendengar ada sesuatu seperti menjilat-jilat. Di belakang kamar mandi ternyata ada hantu yang sedang menjilat darah si perempuan itu donk. Beneran itu cerita masih terngiang aja setelah 20 tahun lebih berlalu. Horror cyin.

2. Dragon Ball

Komik ini adalah salah satu koleksi kakak saya. Karena saya jarang mendapatkan izin untuk membaca komik-komiknya, saya pun terpaksa menyusup ke kamarnya saat dia sedang main dengan teman-temannya.

Keren juga pertemanan anak laki-laki ini. Tentu untuk mendapatkan komik kayak gini nggak mungkin ada yang jual di kampung nih. Mesti ke kecamatan dulu.

Dragon Ball adalah komik manga karya Akira Toriyama. Tokoh utamanya adalah Goku. Komik yang saya baca waktu itu Goku masih anak-anak, tapi dia berhasil mengalahkan Picolo.

Goku punya teman yang bernama Bulma, seorang perempuan. Dia mengajak Goku untuk menemukan 7 bola ajaib yang ia percaya dapat mengabulkan segala permintaan. Bola itulah yang disebut dengan Dragon Ball.

2. One Piece

Ini adalah komik yang filmnya aja saya suka nontonnya. Luffy yang selalu cerita dan punya tangan karet membuat momen membaca dan menontonnya pun tetap menyenangkan.

One Piece adalah anime jepang yang beralatar di laut alias bajak laut. Monkey Luffy memiliki kekuatan tangan yang elastis setelah memakan buah iblis yang disebut Gomu Gomu No Mi. Dengan topi andalannya, topi jerami, makanya ia menyebut komplotannya sebagai Bajak Laut Topi Jerami.

Selain Luffy, saya suka sekali dengan tokoh yang bernama Zoro. Manusia dengan mata satu yang gayanya cool, sedikit ngobrol tapi tindakannya suka sekali tindakan langsung desss.

Dari ketiga komik tersebut sayangnya saya sudah tidak mengikuti perkembangannya. Kurang banyak harusnya komik-komik yang saya koleksi pada masa kecil saya. Sayangnya memang keterbatasan akses pada masa kecil membatasinya.

\

Hai, i am Ghina. i wrote my life experiences, parenting, and minimalist life in https://ghinarahmatika.com

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.