Mengikuti Grup Support untuk Mewujudkan Resolusi

Grup support mendukung jiwa-jiwa yang pemalas untuk tetap konsisten dan komitmen melakukan suatu hal untuk mencapai tujuan.

Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash

Bergabung dalam sebuah grup whatsapp biasanya memiliki beberapa tujuan; memperbanyak relasi, meningkatkan skill komunikasi, dan mencapai tujuan bersama-sama.

Dulu sekali, saya cukup aneh dengan kegiatan ODOJ alias one day one juz. Buat apa bergabung untuk hal-hal ubudiyah seperti ini, toh kita bisa melakukannya sendiri. Satu juz doank kan sehari.

Kecongkakan saya pun terjawab oleh sebuah tamparan keras. Di luar sana ada banyak lho orang yang terengah-engah bahkan untuk mencapai satu juz dalam sehari.

Patutnya saya bersyukur dengan kemampuan saya. Tapi sekali-kali kita tidak boleh meremehkan semangat orang lain.

Saya pun mengintip whatsapp teman saya yang ikut ODOJ tersebut. Sebenarnya ini tidak begitu sulit. Tugas kita hanya mengisi juz yang masih kosong, menuliskan nama, dan melaporkannya jika sudah selesai.

Dengan mengikuti grup support ODOJ tersebut, teman saya terlihat lebih sregep untuk mengaji. Dia membagi satu juz dalam beberapa lembar seusai sholatnya. Viola, teman saya ini pun terlihat lebih rajin dari biasanya.

Tentu saja untuk mengisi liat dan memberikan laporan itu kembali pada kejujuran masing-masing. Bisa saja kita berbohong kan demi sebuah gengsi dan lainnya?

Menyambut tahun 2021 ini, saya punya satu resolusi yang seharusnya mudah untuk dilakukan tapi ternyata keberatan juga untuk menjalaninya. Yaitu membaca sebanyak mungkin sholawat.

Tak seperti mengaji yang sudah jadi habit sedari kecil, membiasakan sholawatan ini agak repot, apalagi harus membawa tasbih untuk memastikan jumlah sholawat yang kita baca.

Beruntungnya, saya bertemu dengan sebuah grup support sholawat. Tidak tanggung-tanggung, per hari diharapkan membernya baca 1000 sholawat.

Mengingat grup support ini, saya jadi teringat teman saya tersebut. Maka sekarang ini, saya yakin untuk ikut grup support tersebut. Kebetulan salah satu kegiatan yang ingin saya rutinkan juga adalah membaca sholawat.

Bagaimana rasanya setelah mengisi nama dan memberikan laporan bahwa kita sudah selesai melakukan kegiatan tersebut?

Ternyata memang ada sesuatu berbeda yang saya rasakan. Sedikit bangga dan merasa tertantang untuk lebih konsisten dibandingkan melakukannya sendirian.

Akhirnya, karena saya sudah komitmen dengan bergabung pada grup support tersebut, mau tidak mau saya pun jadi lebih rutin untuk membaca sholawat.

Untuk merutinkan dan memacu semangat teman-teman dalam membaca sholawat, admin pun seringkali mengirimkan pesan dan tausyiah yang berisi keutamaan-keutamaan dari sholawat dan berbagai amalan yang membantu keberkahan hidup kita.

Anggota dalam grup tersebut sudah mencapai 200 orang lebih. Artinya kalau semua orang aktif dan komitmen membaca sholawat, sehari bisa lebih dari 100.000 sholawat terpanjatkan kepada junjungan kita, Muhammad Shallahu ‘alaihi wasallam.

Namun ternyata, faktanya tidak demikian. Ada saja orang yang masuk ke grup, menjadi silent reader, dan tidak ikut melakukan support tersebut.

Ketika ikut bergabung dalam sebuah grup support, menurut saya tidak ada manfaat selain untuk diri sendiri sebenarnya. Jadi ketika tidak melakukan pun tidak ada pengaruh pada orang lain. Tapi lalu buat apa ikut grup support tapi tidak meramaikannya bukan?

Hai, i am Ghina. i wrote my life experiences, parenting, and minimalist life in https://ghinarahmatika.com

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.